Uncategorized

Tentang Seputar Peraturan Pakaian Muslim Bagi Para Kaum Adam

fashionarsis.com-fashion muslimJika membahas tentang pakaian muslim, biasanya diskusi berujung pada aturan-aturan berpakaian untuk kaum hawa, baik itu kewajiban maupun larangannya. Sudah cukup banyak orang yang mengetahui tentang hal ini, lantaran seringnya diskusi tentang pakaian tersebut muncul, meski pelaksanaannya sangatlah tergantung pada pribadi orang itu sendiri. Tapi ini juga memunculkan pertanyaan, jika aturan berpakaian yang sering didiskusikan adalah untuk wanita, adakah aturan serupa untuk pria?

Tentu saja ada! Jangan mengira bahwa kaum pria dibebaskan dari segala aturan yang ada tentang berpakaian. Hanya saja, karena biasanya diskusi lebih menekankan pada peraturan tentang pakaian wanita, maka sekilas aturan bagi para pria ini tidak terlalu terdengar. Padahal, sebenarnya aturannya pun juga cukup ketat dan perlu untuk diperhatikan. Jadi jika Anda selama ini mengira Anda berpakaian dengan benar, mungkin saja ketika selesai membaca artikel ini, Anda akan berubah pikiran.

Hal pertama yang harus jelas sudah Anda ketahui adalah bahwa pakaian memiliki fungsi utama yang wajib untuk menutup aurat, sementara pakaian untuk perhiasan (raisy) adalah sebagai pelengkapnya atau tambahan (Tafsirul Quranil ‘Adziim). Jadi, Anda juga memiliki kewajiban untuk menutup aurat Anda dengan pakaian yang tepat. Ditambah lagi, para laki-laki juga tak diperbolehkan untuk melihat aurat laki-laki lainnya (HR. Muslim, 338). Aurat yang dimaksud di sini adalah dari lutut sampai dengan bagian pusar.

Menutup aurat adalah persoalan yang gampang-gampang susah untuk para pria, lantaran tak terlalu banyak yang tahu tentangnya. Tapi jika dipikir-pikir, ini logis, bukan? Pakaian muslim yang harus dikenakan haruslah pakaian yang tidak terlalu mencolok, sederhana saja, namun bisa menutupi semua bagian aurat yang tidak seharusnya dilihat orang lain kecuali pasangan Anda.

Bagi para kaum Adam, inilah beberapa aturan tentang berpakaian yang harus Anda perhatikan:

  • Sederhana

Pakaian mahal dapat menimbulkan sifat sombong dan foya-foya, serta menimbulkan iri dan dengki pada orang lain.

  • Dimulai dari sebelah kanan

Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah lebih suka untuk mendahulukan bagian yang kanan ketika mulai berpakaian, dari memakai sandal, bersuci, bersisir, dan semua urusan mulia lainnya (Muttafaqun ‘alaih).

  • Warna putih lebih baik

Meskipun warna lain tidak dilarang, warna putih sangatlah disarankan untuk dipakai karena suci, sama seperti kain untuk mengkafankan jenazah.

  • Tidak menonjol

Pakaian tidaklah boleh syuhrah atau sensasional yang membuat Anda jadi pusat perhatian. Bisa karena terlalu mewah, atau justru terlalu kotor dan jorok.

  • Panjang tidak melewati mata kaki (isbal)

Ada banyak hadits yang melarang pakaian dengan panjang di bawah mata kaki, dari Ibnu Abbas, Abu Huraira, Abu Dzar, dll. Ukurannya bisa di tengah betis, sedikit di tengah, ataupun di antara tengah betis dan mata kaki.

  • Bukan emas atau sutra

Pakaian dari sutra dan bahan emas juga haram untuk laki-laki, meski dibolehkan untuk wanita.

  • Tidak menyerupai wanita

Pakaian yang dikenakan pria juga tak diperbolehkan untuk menyerupai wanita, demikian juga dengan berhias ataupun dengan warna.

  • Tidak berpakaian seperti orang kafir

Bedakan pakaian yang dikenakan dengan pakaian yang dipakai oleh orang-orang kafir. Jangan sampai Anda menyerupai mereka.

Anda juga tak boleh lupa untuk berdoa dan bersyukur ketika mengenakan pakaian muslim Anda tersebut, sebagai tanda bahwa Anda telah mensyukuri karunia Allah, sebab Anda dikaruniai dengan tubuh Anda yang sehat, dan juga memiliki pakaian yang diberikan kepada Anda. Itulah aturan-aturan dalam mengenakan pakaian bagi para muslimin. Sudahkah Anda melakukannya?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *